Budiono
pro dan kontra pencalonan budiono sebagai wapres hari ini mencapai puncaknya. malam ini SBY akan mengumumkan wapresnya yang bisa dipastikan adalah budiono.
saya tidak terlalu tahu budiono dari media karena sepertinya bapak yang satu ini tipe low profile yang suka bekerja di belakang layar.
budiono memang bukan seorang politisi, mungkin itu sebabnya dia tidak dikenal masyarakat. tapi dari data yang saya himpun, track record dia sebagai ekonom cukup bagus dan bisa dipercaya. 
SBY pun pastinya tidak asal comot orang untuk mendapinganya di pemilihan presiden, dan juga 5 tahun mendatang bila SBY terpilih lagi (aamin).
SBY pun pastinya sudah berpikir dalam-dalam tentang kancah politik yang akan datang, karena pasti akan banyak silang pendapat tentang kehadiaran budiono termasuk respon masyarakat pada umumnya terkait SBY sebagai capres. pendukung fanatik SBY mungkin tidak akan ambil pusing dengan wapresnya. siapapun wapresnya, SBY tetap dipilih. lain halnya dengan mereka yang mempertanyakan siapa itu budiono dan sukakah mereka padanya. golongan ini akan berpikir lebih dari dua kali untuk memilih kembali SBY sebagai presiden.
sewaktu pileg kemarin, saya terpesona oleh PKS. mungkin karena iklannya bagus dan gaya kepemimpinannya yang menarik, tapi begitu PKS menarik diri dari demokrat karena kehadiran budiono saya agak tidak respek lagi.
alasan PKS yang seharus SBY memilih orang partai pengusungnya sama sekali tidak masuk akal bagi saya. ucapan terimakasih bisa diberikan dalam bentuk lain, bukan dengan memasang orang, bukankah setiap individu harus menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan? (sila ke 4 butir ke 7).
kalau pemilihan budiono karena budiono layak dipilih dan memang itu baik untuk kepentingan bersama kenapa tidak ? orang-orang politik seharusnya lebih tahu akan hal ini, bukankah partai sebagai sebuah golongan dibangun untuk kebaikan bangsa sebagai konteks yang lebih besar ?
saya percaya, pengorbanan kecil untuk kebaikan yang lebih besar itu perlu.
kepentingan bersama = kepentingan koruptor piss ah…
bisa jadi, tapi menurut saya, sebaik-baiknya sebuah program/keinginan bila dijalankan olah sdm tak bermoral hasilnya akan sama saja. pemerintah boleh saja membasmi koruptor dengan gigih, tapi kembali pada individu masing-masing, bila tanpa kesadaran massal mandiri, tidak akan pernah ada indonesia maju jaya itu.