Home > simple words > Tuhan Berencana, Manusia Memutuskan

Tuhan Berencana, Manusia Memutuskan

Kaget membaca judul tulisan saya? Ya, saya pun kaget bukan kepalang saat pertama kali mendengarnya. Tapi kemudian saya memutuskan untuk mendengarkan penjabarannya lebih lanjut. Dan saya pun setuju.

Kenapa heran? Karena kata-kata itu bertolak belakang dengan konsep yang selama ini diyakini oleh sebagian orang. Sebagaian besar bahkan.

Konsep manusia berencana Tuhan memutuskan berawal dari kemampuan manusia untuk merencanakan sesuatu, menyusun jadwal, target, memikirkan faktor internal dan eksternal untuk membuat sesuatu itu berhasil dengan akal pikiran dan segala daya upaya yang dimiliki. Setelah semua dirancang sedemikian rupa, dan proses bergulir, maka masuklah pada teritori Tuhan. Akankah sesuatu itu berhasi atau tidak. Berapa persen berhasil, atau seberapa parah kegagalannya. Semua ada di tangan Tuhan. Manusia menyebutnya ikhtiar.

Tapi marilah kita melongok daerah pikiran kita lebih dalam. Kita bayangkan adanya sebuah peta. Peta yang sangat besar. Bukan sebesar peta indonesia atau peta dunia, melainkan peta super besar. Amat sangat super besar, seluruh samudra bumi ini pun takkan cukup menjadi hamparannya. Karena itu adalah peta perjalanan hidup setiap mahkluk Tuhan. Dari ketika mahkluk itu ada di dunia, sampai ketika mahkluk itu meninggalkan dunia. Bisakah kita membayangkan peta yang begitu besar itu?

Dan peta itulah yang kira-kira ada di tangan Tuhan. Peta yang membuat anda, saya, mereka merasa berhak memilih, memutuskan, dan melakukan sesuatu dalam hidup ini. Karena Tuhan sebenarnya telah merencanakan segala sesuatu yang akan terjadi pada setiap mahkluknya. Per individu. Pada anda, saya, mereka, kita semua.

Dalam peta itu terdapat banyak sekali titik, berjuta, bahkan bertrilyun-trilyun titik milik setiap mahkluk, yang setiap titiknya diibaratkan sebuah persimpangan ketika mahkluk menghadapi sebuah pilihan dalam perjalan hidupnya.

Dan kita tahu, masing-masing kita memiliki banyak sekali pilihan dalam hidup ini. Bukan setiap hari, bahkan setiap detik dalam hidup ini adalah pilihan. Apakah itu pilihan kecil yang mungkin hampir tidak berarti apa-apa, ataukah pilihan besar yang efeknya akan dibawa seumur hidup.

Dan pada setiap persimpangan itu Tuhan memberikan opsi-opsinya, sekenarionya. Setiap opsi memiliki sekenario dan akibat yang berlainan, dan dibalik sebuah sekenario, sekenarioNya yang lain sedang menunggu. Selesai satu persimpangan, muncul persimpangan yang lain. Begitu seterusnya sampai habis waktu mahkluk di dunia ini.

Jika jalan A yang dipilih maka sekeranio A yang berjalan, sebaliknya jika memilih jalan B makan sekeranio B yang diaktifkan. Boleh jadi ujung antar jalan A dan B adalah sama, tetapi setiap jalan, memiliki pemandangannya sendiri, mengambil tempatnya sendiri, situasinya sendiri, tidak akan saling bertukar.

Dalam setiap sekenario itu telah diatur pula pertemuan-pertemuan mahkluk dengan mahkluk yang lain. Apakah saya akan bertemu dengan anda, atau bagaimana anda bertemu dengan pasangan hidup anda, dimana kita akan bekerja, bahkan dimana kita akan dimakamkan, sebenarnya Tuhan telah merencanakan semuanya. Jadi, Tuhan tidak hanya mengatur rezeki, jodoh, dan maut melainkan seluruh hidup mahkluknya selama ada di dunia telah direncanakan olehnya. Kita hanya berjalan-jalan dalam peta perencanaan Tuhan ini dengan membuat keputusan ini dan itu yang sama sekali tidak hebat karena semua telah diatur sekenarionya.

Karenanya pula kita bisa menyesali sesuatu yang telah lalu. Kata ‘seandainya’ sering kali terucap bila ada putusan salah yang telah dilakukan. Bila telah salah memilih jalan pada sebuah persimpangan dan berharap bisa kembali untuk memilih jalan yang lain. Tapi persimpangan yang lalu tidak akan kembali lagi. Tidak akan ada opsi yang persis sama lagi. Peta Tuhan akan terus bergulir dari satu titik ke titik berikutnya, ke titik berikutnya, sampai titik itu terakhir dan semuanya akan selesai. Maka dari itu, pikirkan baik-baik setiap langkah, karena putusan yang sudah dibuat mungkin tidak bisa diperbaiki lagi.

Maha besar Allah yang mengetahui segala sesuatu.

  1. September 10, 2009 at 2:25 am | #1

    Salam D3pd ya, ^_^…V

    • simplenun
      September 11, 2009 at 11:08 am | #2

      D3pd itu D3 apa ya -_-

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.